Okay, I'll be better in every good things. No more crying at night, stay strong w/ everything, and never walk away from You, my Great Allah SWT.
So please April, be nice :D Aamiin
Thursday, April 4, 2013
Masa Lalu dan Aku
Selamat malam...
Beberapa menit yang lalu, baruuu saja, aku teringat akan sesuatu. Atau lebih tepatnya, seseorang. Jika ditanya siapa, bisa dibilang dia adalah gebetan yang sebenarnya aku harapkan menjadi pacar. Tapi takdir berkata lain. Huhu... Sosoknya terlintas setelah aku mendengar sebuah lagu dari Regina Spektor yang judulnya The Call. Itu lagu soundtrack film keren, Narnia.
Well, sedikit membuka luka lama memang, tapi aku senang, aku tidak kehilangan kenangan itu. Kebanyakan orang mungkin akan menyangkal jika tiba-tiba teringat sosok dari masa lalunya. Tapi kalau menurutku, justru itu tidak bagus. Jangan menghilangkan kenangan, tidak memikirkannya, baru tidak apa-apa.
Setiap orang berhak memiliki 3 fase dalam kehidupan. Lalu, sekarang, dan nanti. Saat ini, kita sedang menjalani masa yang kedua. Right? Dan, sebelumnya, kita punya banyak hal dibelakang. Di masa lalu. Kalau orang bertanya, pentingkah peristiwa-peristiwa di masa lalu? Hahaha, kalau tidak penting, untuk apa ada pelajaran sejarah? Mana muncul teori evolusi Darwin? Asal usul kita, ya di masa lalu. Siapa kita sekarang, atau nanti, tergantung apa yang kita lakukan sebelumnya.
Saat kita merasa perlu membuka lembaran baru untuk kehidupan kita, semisal setelah terjadi peristiwa buruk, bukan berarti kita harus menghapus dan menghilangkan lembar-lembar sebelumnya. Bukan pula kita harus menyimpan lembaran itu dengan bersumpah tidak akan menyentuhnya sampai kapanpun. Cukup tindihi dengan lembaran baru, dan sesekali bukalah untuk mencari pelajaran. Biarkan lembaran-lembaran itu tetap menyatu dalam dalam satu buku. Yakni Kehidupan. Sampai nanti, lembaran buku itu habis. Dan kita berpindah ke kehidupan selanjutnya, dengan membawa buku baru.
Jika mengaitkan dengan postingan sebelumnya tentang cinta, cukup banyak kasusnya. Kita putus, lalu bersusah payah membuang kenangan tentang mantan. Buang boneka, hapus nomer HP, block akun jejaring sosial, sampai membakar foto-foto saat masih bersama.
What is that for? Apa tujuannya?
Mencegah supaya bayang-bayang mantan tidak muncul kembali? Mempermudah melupakannya?
Kita bakar orangnya sekalipun (untuk yang ini hanya hiperbolis), kita tidak akan bisa menghilangkan dia dari hidupmu. Semua sudah tertulis di buku Kehidupan. Dan angin bisa kapan saja membalik kembali kenangan-kenangan itu, pada orang amnesia sekalipun. Why? Karena Tuhan ingin menunjukkan, ada hal berharga disana. Ada hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi pada hidup kita.
Aku bukan membela diri. Karena sebenarnya, sampai sekarang pun aku masih memiliki seseorang yang tidak bisa terlupakan. Awalnya mungkin aku akan berusaha menampik. Tapi lama-kelamaan aku tahu itu percuma. Sangat tidak berguna.
Jika kita bisa lebih bijaksana, ayo pikirkan, kenangan itu tidak selalu menyedihkan bukan? Bisa menghibur juga malah. Atau, untuk orang yang oportunistik, masa lalu bisa dijadikan nominal uang. Lewat lagu, buku, atau motivasi.
Jangan takut membuka lembaran lama, tidak akan mengubahmu menjadi zombie, tentu saja xD Well, anggap saja ada uang terselip di sela-sela lembaran itu. Suka atau tidak, kita pasti ingin mengambilnya. Dan sengaja ataupun tidak, kita akan berhadapan dengan masa lalu.
Andai kita mau berpikir positif, mungkin akan muncul rasa lega, karena kita mampu melalui masa-masa sulit. Akan muncul rasa bangga dengan langkah-langkah baik yang telah kita ambil. Serta rasa syukur, atas kesempatan untuk sadar, dan mengevaluasi diri kita, untuk lembar masa depan nanti.*
Beberapa menit yang lalu, baruuu saja, aku teringat akan sesuatu. Atau lebih tepatnya, seseorang. Jika ditanya siapa, bisa dibilang dia adalah gebetan yang sebenarnya aku harapkan menjadi pacar. Tapi takdir berkata lain. Huhu... Sosoknya terlintas setelah aku mendengar sebuah lagu dari Regina Spektor yang judulnya The Call. Itu lagu soundtrack film keren, Narnia.
Well, sedikit membuka luka lama memang, tapi aku senang, aku tidak kehilangan kenangan itu. Kebanyakan orang mungkin akan menyangkal jika tiba-tiba teringat sosok dari masa lalunya. Tapi kalau menurutku, justru itu tidak bagus. Jangan menghilangkan kenangan, tidak memikirkannya, baru tidak apa-apa.
Setiap orang berhak memiliki 3 fase dalam kehidupan. Lalu, sekarang, dan nanti. Saat ini, kita sedang menjalani masa yang kedua. Right? Dan, sebelumnya, kita punya banyak hal dibelakang. Di masa lalu. Kalau orang bertanya, pentingkah peristiwa-peristiwa di masa lalu? Hahaha, kalau tidak penting, untuk apa ada pelajaran sejarah? Mana muncul teori evolusi Darwin? Asal usul kita, ya di masa lalu. Siapa kita sekarang, atau nanti, tergantung apa yang kita lakukan sebelumnya.
Saat kita merasa perlu membuka lembaran baru untuk kehidupan kita, semisal setelah terjadi peristiwa buruk, bukan berarti kita harus menghapus dan menghilangkan lembar-lembar sebelumnya. Bukan pula kita harus menyimpan lembaran itu dengan bersumpah tidak akan menyentuhnya sampai kapanpun. Cukup tindihi dengan lembaran baru, dan sesekali bukalah untuk mencari pelajaran. Biarkan lembaran-lembaran itu tetap menyatu dalam dalam satu buku. Yakni Kehidupan. Sampai nanti, lembaran buku itu habis. Dan kita berpindah ke kehidupan selanjutnya, dengan membawa buku baru.
Jika mengaitkan dengan postingan sebelumnya tentang cinta, cukup banyak kasusnya. Kita putus, lalu bersusah payah membuang kenangan tentang mantan. Buang boneka, hapus nomer HP, block akun jejaring sosial, sampai membakar foto-foto saat masih bersama.
What is that for? Apa tujuannya?
Mencegah supaya bayang-bayang mantan tidak muncul kembali? Mempermudah melupakannya?
Kita bakar orangnya sekalipun (untuk yang ini hanya hiperbolis), kita tidak akan bisa menghilangkan dia dari hidupmu. Semua sudah tertulis di buku Kehidupan. Dan angin bisa kapan saja membalik kembali kenangan-kenangan itu, pada orang amnesia sekalipun. Why? Karena Tuhan ingin menunjukkan, ada hal berharga disana. Ada hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi pada hidup kita.
Aku bukan membela diri. Karena sebenarnya, sampai sekarang pun aku masih memiliki seseorang yang tidak bisa terlupakan. Awalnya mungkin aku akan berusaha menampik. Tapi lama-kelamaan aku tahu itu percuma. Sangat tidak berguna.
Jika kita bisa lebih bijaksana, ayo pikirkan, kenangan itu tidak selalu menyedihkan bukan? Bisa menghibur juga malah. Atau, untuk orang yang oportunistik, masa lalu bisa dijadikan nominal uang. Lewat lagu, buku, atau motivasi.
Jangan takut membuka lembaran lama, tidak akan mengubahmu menjadi zombie, tentu saja xD Well, anggap saja ada uang terselip di sela-sela lembaran itu. Suka atau tidak, kita pasti ingin mengambilnya. Dan sengaja ataupun tidak, kita akan berhadapan dengan masa lalu.
Andai kita mau berpikir positif, mungkin akan muncul rasa lega, karena kita mampu melalui masa-masa sulit. Akan muncul rasa bangga dengan langkah-langkah baik yang telah kita ambil. Serta rasa syukur, atas kesempatan untuk sadar, dan mengevaluasi diri kita, untuk lembar masa depan nanti.*
The end of March, 21.55 p.m
Label:
Sebait Kata
Friday, March 22, 2013
GEMBELIA
![]() |
| Kalau ini sudah agak ahli. Belajar dari pengalaman :) Dan ada saya yang kelihatan paling jelek. Kayak -..- |
@INBOX Photo Box - MOG
Saturday, March 9th 2013
Label:
ME
Friday, March 8, 2013
Bukan Salah Cinta
Selamat datang cinta, you are the topic today ...
Hmm, bicara soal cinta (kalau d-bagindaz nulisnya C.I.N.T.A), siapa sih yang nggak tahu? Manusia buta, tuli, sekaligus bisu pun, pasti mengetahui perasaan itu. Walaupun tidak bisa melafadzkannya.
Katika ada pertanyaan,
apakah cinta itu?
c'est quoi l'amour?
what is love?
qué es el amor?
Ai to wa nanidesu ka?
was ist Liebe?
opo iku tresna?
Apayang akan keluar dari mulut kita?
Pertama-tama saya mungkin akan tertawa. Karena itu adalah pertanyaan yang sangat klasik, yang bahkan pithecanthropus erectus saja tahu. Masalahnya, belum ada satu definisi pun yang bisa dijadikan jawaban paten mengenai pengertian cinta. Banyak sekali pemikiran-pemikiran yang kadang-kadang sangat saling bertolak belakang. "Cinta itu gila", "cinta itu surga dunia", "cinta itu tai", "cinta itu perasaan saling menyayangi saat suka dan duka dimana tidak akan pernah hilang sampai ajal menjemput dan memisahkan pasangan yang ... bla bla bla"
Semua mendeskripsikan apa itu cinta dari sudut pandangnya sendiri. Begitu pula proses percintaan itu. Subyektif. Tergantung penikmatnya. Seseorang yang luas pemikirannya, akan menganggap diputus pacar adalah sebuah pelajaran, dimana dia diminta untuk sabar dan siap untuk bangkit setelah jatuh. Tapi untuk orang yang sempit pemikirannya, pacar selingkuh saja sudah mau bunuh diri. Apa itu??
Si A menyetir dirinya untuk menjauhi cinta, untuk tidak jatuh cinta. Dia mencela orang lain yang jelas-jelas menikmatinya. Sebenarnya bukan cinta yang salah, tapi dia! Dia yang menanmkan dalam pikirannya bahwa cinta itu rumit, menyakitkan, penuh kebohongan. Karena mungkin memang itu yang ia lihat disekitarnya saat itu. Tapi itulah, pemikirannya sempit. Ia tidak mengizinkan sisi positif cinta memasuki jiwa dan pikirannya. Seolah seluruh ruang diisi oleh keburukan-keburukan cinta.
Si B berbeda, walaupun ia sering terluka oleh cinta, ia tidak membatasi dirinya tentang kebaikan-kebaikan cinta. Ia percaya, ketika ada senang, pasti ada sedih. Dibalik rasa sakit dikhianati, ada rasa bangga karena dipahami. Satu senyum saja, bagi orang seperti si B, sudah merupakan kebahagiaan.
Jadi kalau dipikir-pikir, kenapa begitu banyak orang mengatakan cinta itu tai, karena proses perjalanan cinta yang pernah mereka lihat atau jalani sudah salah. Kalau tidak segera memperbaiki persepsi, bisa-bisa akan muncul sindrom LOVEPHOBIA dimana-mana. Berkurang lagi jumlah manusia yang bisa dipacari (modus).
Tapi guys, kalian boleh sekarang mengatakan cinta itu tidak penting. Tapi camkan dalam diri kita, kalau cinta itu tidak penting dan tidak perlu ada, "mengapa Tuhan masih membiarkan kita hidup?" "bagaimana bisa kita terlahir tanpa cinta dari orang tua? "dan bayangkan apa yang bisa terjadi jika tak ada cinta di bumi."
so come on,
if you failed in love, try again !
if you fall down, snap out of it !
if you worried, believe that you'll always find your way back home
and if you aren't believing in LOVE,
please believe !
Hmm, bicara soal cinta (kalau d-bagindaz nulisnya C.I.N.T.A), siapa sih yang nggak tahu? Manusia buta, tuli, sekaligus bisu pun, pasti mengetahui perasaan itu. Walaupun tidak bisa melafadzkannya.
Katika ada pertanyaan,
apakah cinta itu?
c'est quoi l'amour?
what is love?
qué es el amor?
Ai to wa nanidesu ka?
was ist Liebe?
opo iku tresna?
Apayang akan keluar dari mulut kita?
Pertama-tama saya mungkin akan tertawa. Karena itu adalah pertanyaan yang sangat klasik, yang bahkan pithecanthropus erectus saja tahu. Masalahnya, belum ada satu definisi pun yang bisa dijadikan jawaban paten mengenai pengertian cinta. Banyak sekali pemikiran-pemikiran yang kadang-kadang sangat saling bertolak belakang. "Cinta itu gila", "cinta itu surga dunia", "cinta itu tai", "cinta itu perasaan saling menyayangi saat suka dan duka dimana tidak akan pernah hilang sampai ajal menjemput dan memisahkan pasangan yang ... bla bla bla"
Semua mendeskripsikan apa itu cinta dari sudut pandangnya sendiri. Begitu pula proses percintaan itu. Subyektif. Tergantung penikmatnya. Seseorang yang luas pemikirannya, akan menganggap diputus pacar adalah sebuah pelajaran, dimana dia diminta untuk sabar dan siap untuk bangkit setelah jatuh. Tapi untuk orang yang sempit pemikirannya, pacar selingkuh saja sudah mau bunuh diri. Apa itu??
Si A menyetir dirinya untuk menjauhi cinta, untuk tidak jatuh cinta. Dia mencela orang lain yang jelas-jelas menikmatinya. Sebenarnya bukan cinta yang salah, tapi dia! Dia yang menanmkan dalam pikirannya bahwa cinta itu rumit, menyakitkan, penuh kebohongan. Karena mungkin memang itu yang ia lihat disekitarnya saat itu. Tapi itulah, pemikirannya sempit. Ia tidak mengizinkan sisi positif cinta memasuki jiwa dan pikirannya. Seolah seluruh ruang diisi oleh keburukan-keburukan cinta.
Si B berbeda, walaupun ia sering terluka oleh cinta, ia tidak membatasi dirinya tentang kebaikan-kebaikan cinta. Ia percaya, ketika ada senang, pasti ada sedih. Dibalik rasa sakit dikhianati, ada rasa bangga karena dipahami. Satu senyum saja, bagi orang seperti si B, sudah merupakan kebahagiaan.
Jadi kalau dipikir-pikir, kenapa begitu banyak orang mengatakan cinta itu tai, karena proses perjalanan cinta yang pernah mereka lihat atau jalani sudah salah. Kalau tidak segera memperbaiki persepsi, bisa-bisa akan muncul sindrom LOVEPHOBIA dimana-mana. Berkurang lagi jumlah manusia yang bisa dipacari (modus).
Tapi guys, kalian boleh sekarang mengatakan cinta itu tidak penting. Tapi camkan dalam diri kita, kalau cinta itu tidak penting dan tidak perlu ada, "mengapa Tuhan masih membiarkan kita hidup?" "bagaimana bisa kita terlahir tanpa cinta dari orang tua? "dan bayangkan apa yang bisa terjadi jika tak ada cinta di bumi."
so come on,
if you failed in love, try again !
if you fall down, snap out of it !
if you worried, believe that you'll always find your way back home
and if you aren't believing in LOVE,
please believe !
Label:
Sebait Kata
Thursday, March 7, 2013
Ayo Buat Leaflet Sederhana
Hey, sekedar berbagi saja. Beberapa hari yang lalu saya dapet tugas bikin leaflet tentang obat-obatan Anti TB (Tuberculosis). Sengaja mau di posting disini, siapa tahu bermanfaat untuk orang lain :)
Lagi, ini pakai MO Publisher. Gampang banget dibuat.
Guys, jangan khawatir. Di MO Publisher ini, sudah ada berbagai macam layout. Mulai dari brosur, poster, kartu, dan banyak lagi. Kita tinggal ubah-ubah posisi dan nambahin materi yang ingin disampaikan.
Jadi, nggak ada alasan lagi ya buat nggak bisa kreatif :)
Selamat berkreasi ...
Lagi, ini pakai MO Publisher. Gampang banget dibuat.
![]() |
| tampak depan |
![]() |
| tampak belakang |
Jadi, nggak ada alasan lagi ya buat nggak bisa kreatif :)
Selamat berkreasi ...
Label:
Education
Subscribe to:
Posts (Atom)









