Di tengah kerumunan orang ini, aku menyandarkan diri pada keadaan. Berusaha menerima dan menjalani setiap rencana yang dituliskan untukku. Sedih memang kadang menyergap, mempertanyakan, apa yang membuat Tuhan membawaku ke jalan ini. Mempertanyakan, apakah orang lain juga sempat merasakan apa yang kurasakan. Kasih sayang yang tak pernah penuh, cina yang tak terbalas, dan mimpi yang sepertinya hanya berhenti dibatas angan-angan.
Berbagai pikiran positif memutari kepalaku.
'Itu karena Tuhan menyayangimu'
'Kau hanya membatasi pikiranmu'
'Semua akan indah pada waktunya'
Tak ada yang bisa menghiburku. Semua klasik. Orang-orang disekitarku pun, mungkin tak melihatku. Mereka hanya melihat keberadaanku secara fisik, tapi tidak hati dan pikiranku. Why? Karena memang aku merasa tidak disini. Aku merasa jiwaku pergi jauh. Berusaha mencari ketenangan, sampai tersesat entah kemana.
Hiperbolis kah menurutmu? Terserah.
Aku tak berharap aku sukses melalui ini, karena akan datang lagi kegusaran di lain waku. Aku tak berharap seseorang membantuku menjalani kehidupanku, karena siapa yang tahu esok dia masih bersamaku. Aku hanya ingin dikuatkan. Disabarkan. Dan dimudahkan.
Bukan oleh siapapun. Hanya olehMu, Tuhan.
Friday, February 15, 2013
City of Romance
Hi, here we go again :D
Beberapa hari kemarin saya sempat berlibur ke kota romance, Yogyakarta bareng beberapa sahabat. Well, empat hari lumayan cukup lah untuk menjelajahi seluk beluk kota Gudeg ini. Mulai dari nyobain gudeg (yang sejujurnya saya gak suka), belanja di Malioboro, nongkrong dan makan nasi kucing di pinggir jalan malem-malem, sampai memenuhi handphone dengan foto-foto kita. Maklum ababil, jadi kemana dikit foto, kemana dikit foto.
Karena ini termasuk liburan paling jauh yang pernah saya jalani, buanyak banget momen-momen yang pastinya nggak akan terlupakan. Salah satunya adalah DITILANG PAK POLISI !!! Padahal kita baru berangkat bo', eh udah harus keluar duit banyak -_- dasar terkutuk. Apalagi kita tuh nggak salah !! Bener deh ! Cuma gak punya SIM doang :o
Alhasil, dua mobil kita digiring deh ke pos pantau di perbatasan Ngawi-Sragen :(
Well, but that's okay. Maybe we'll gonna be good person who charitable to that f**k police.
And, this is what we got from the beautiful city, Yogyakarta :D
Beberapa hari kemarin saya sempat berlibur ke kota romance, Yogyakarta bareng beberapa sahabat. Well, empat hari lumayan cukup lah untuk menjelajahi seluk beluk kota Gudeg ini. Mulai dari nyobain gudeg (yang sejujurnya saya gak suka), belanja di Malioboro, nongkrong dan makan nasi kucing di pinggir jalan malem-malem, sampai memenuhi handphone dengan foto-foto kita. Maklum ababil, jadi kemana dikit foto, kemana dikit foto.
Karena ini termasuk liburan paling jauh yang pernah saya jalani, buanyak banget momen-momen yang pastinya nggak akan terlupakan. Salah satunya adalah DITILANG PAK POLISI !!! Padahal kita baru berangkat bo', eh udah harus keluar duit banyak -_- dasar terkutuk. Apalagi kita tuh nggak salah !! Bener deh ! Cuma gak punya SIM doang :o
Alhasil, dua mobil kita digiring deh ke pos pantau di perbatasan Ngawi-Sragen :(
Well, but that's okay. Maybe we'll gonna be good person who charitable to that f**k police.
And, this is what we got from the beautiful city, Yogyakarta :D
Label:
Holiday
Sunday, January 20, 2013
Mencoba Bangkit
Dari cinta yang telah pergi,
dan harapan yang tenggelam.
Aku berdiri,
beranjak dari singgasana yang temaram.
Menatap dunia
yang mungkin sulit
untuk diminta bersahabat
Aku tahu itu.
Sangat tahu.
Akan kucoba untuk memahami
Sampai nanti dunia akan kuhadapi.
Label:
Puisi
Suatu Kondisi dimana ...
Kebingungan ini...
melanda sejauh hari
tak terhenti, tak mati
Kebingungan ini...
adalah kondisi,
buruknya situasi
Rasa hati bergelut dan bertarung
diantara pilihan yang terus meraung-raung
Bingung...
Tak ada kawan,
namun begitu banyak lawan
Bahagia, hilang...
diambil alih kegalauan yang terus menang
Dimanakah pikiran positif?
yang seharusnya berperan aktif
Kebingungan ini,
mungkinkah membunuhku?
melanda sejauh hari
tak terhenti, tak mati
Kebingungan ini...
adalah kondisi,
buruknya situasi
Rasa hati bergelut dan bertarung
diantara pilihan yang terus meraung-raung
Bingung...
Tak ada kawan,
namun begitu banyak lawan
Bahagia, hilang...
diambil alih kegalauan yang terus menang
Dimanakah pikiran positif?
yang seharusnya berperan aktif
Kebingungan ini,
mungkinkah membunuhku?
Label:
Puisi
Yang Tinggi dan Yang Tersembunyi
Bertanya soal kesejahteraan,
tanyakan pada mereka pengusaha metropolitan,
pejabat-pejabat negara,
selebriti ibukota.
Bertanya soal kesenangan,
tanyakan pada remaja-remaja penakluk malam,
penyaji dan konsumen nikmat sesaat,
serta pecinta barang haram.
Akan kau temukan banyak jawaban dari mereka,
ungkapan penuh kesombongan, penuh kemenangan.
Keceriaan manusia yang tengah tersesat.
Tapi jika kau bertanya soal penderitaan,
tanyakan pada mereka para penghuni kotak kardus,
pada anak-anak perbatasan,
para pengais sampah perkotaan,
dan korban keganasan alam.
Takkan ada yang mampu diutarakannya sebagai jawaban,
mereka terdiam, takut akan keadaan.
Hanya tangis duka, menggema dalam lara.
tanyakan pada mereka pengusaha metropolitan,
pejabat-pejabat negara,
selebriti ibukota.
Bertanya soal kesenangan,
tanyakan pada remaja-remaja penakluk malam,
penyaji dan konsumen nikmat sesaat,
serta pecinta barang haram.
Akan kau temukan banyak jawaban dari mereka,
ungkapan penuh kesombongan, penuh kemenangan.
Keceriaan manusia yang tengah tersesat.
Tapi jika kau bertanya soal penderitaan,
tanyakan pada mereka para penghuni kotak kardus,
pada anak-anak perbatasan,
para pengais sampah perkotaan,
dan korban keganasan alam.
Takkan ada yang mampu diutarakannya sebagai jawaban,
mereka terdiam, takut akan keadaan.
Hanya tangis duka, menggema dalam lara.
Label:
Puisi
Subscribe to:
Posts (Atom)

